Cara Bikin Tandu Darurat Pakai Sarung: Skill Wajib PMR Sutojayan
Dalam situasi darurat yang terjadi di lokasi terpencil atau jauh dari fasilitas medis, kemampuan improvisasi sering kali menjadi penentu keselamatan nyawa seseorang. Salah satu keterampilan yang paling ikonik dan sangat praktis yang diajarkan kepada anggota PMR Sutojayan adalah teknik pembuatan tandu darurat menggunakan benda-benda di sekitar kita, salah satunya adalah kain sarung. Meskipun terlihat sederhana, prosedur ini memerlukan ketelitian teknis agar alat angkut tersebut kuat menahan beban tubuh manusia dan aman bagi korban saat proses evakuasi berlangsung.
Penggunaan sarung sebagai media tandu dipilih karena benda ini sangat akrab dengan budaya masyarakat Indonesia dan mudah ditemukan di hampir setiap rumah atau tempat ibadah. Namun, memfungsikannya sebagai alat evakuasi tidak bisa dilakukan sembarangan. Siswa-siswi di Sutojayan dilatih untuk memahami distribusi beban dan kekuatan tarik kain. Tandu darurat yang baik harus memiliki struktur yang stabil agar tulang belakang korban tetap terjaga posisinya, terutama jika ada kecurigaan cedera fraktur atau trauma tumpul pada bagian punggung.
Langkah pertama dalam pembuatan tandu ini adalah menyiapkan dua buah bambu atau kayu panjang yang kokoh dengan ukuran sekitar 2 hingga 2,5 meter sebagai tiang penyangga utama. Pastikan kayu tersebut tidak lapuk dan mampu menahan beban setidaknya 70-80 kilogram. Setelah itu, masukkan dua atau tiga lembar kain sarung ke dalam kedua bilah kayu tersebut. Cara yang paling efektif adalah dengan memasukkan kayu ke dalam lubang sarung secara sejajar. Jika kain sarung tidak berbentuk sarung jahit (berupa kain panjang), maka teknik simpul pangkal dan simpul jangkar pada ujung-ujung kayu harus diterapkan secara presisi agar kain tidak melorot saat diangkat.
Penting bagi setiap anggota tim penolong untuk melakukan uji coba beban sebelum meletakkan korban di atasnya. PMR Sutojayan selalu menekankan prinsip “Safety First” di mana keselamatan penolong adalah prioritas utama sebelum membantu orang lain. Jika tandu terasa goyah atau kain menunjukkan tanda-tanda akan robek, segera perkuat dengan lilitan tali tambahan. Skill ini tidak hanya berguna untuk anggota PMR, tetapi juga sangat relevan bagi masyarakat umum, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan bencana atau sering melakukan aktivitas luar ruangan seperti pendakian dan berkemah.
